On December 2nd 2010, Minister for Culture and Tourism, Ir. Jero Wacik, SE. handed the Indonesia Tourism Awards (ITA) 2010 to government offices and private industries involved in tourism. The ceremony took place at the Grand Studio Metro TV and was broadcast on December 20th.

The Indonesia Tourist Awards 2010 are aimed to recognize local governments (provincial and cities) and the private sector who continuously maintain and improve services in the tourism sector. These achievements are reached through creative efforts to increase facilities and services for tourists, both domestic and international.

The awards were given through careful surveys of 25 cities based on the amount of regional budget allocated to tourism and also through program competition among regional governmental tourism offices that reflect their commitment towards tourism development. A special Award was also given to cities/districts that have limited budgets but still show significant commitment towards tourism development. The Awards were selected in cooperation with Swa Magazine

Through the Visit Indonesia Year program that was launched on 2008, Indonesia’s tourism has experienced a re-awakening. This is proven by the growing participations from the local and regional governments such as the launch of the Visit Musi Year, Visit Bangka Belitung Year, Visit Batam Year and many more. In years to come, these programs are expected to increase.

To boost the domestic tourism motivation to travel, the government has launched the “Kenali Negerimu, Cintai Negrimu” translated as “Know Your Country, Love Your Country” program that is aimed to increase travel by domestic tourists. This is done by several regional events such as the Sail Banda (Maluku), Yogya Java Carnival (Yogyakarta), Solo International Ethnic Music (Solo), and the ASEAN Jazz Festival (Batam) which is hoped to further improve the tourism sector as a whole at national level.

Winners of the Indonesia Tourism Awards 2010 are as follows:

In the Best Tourist Destinations Category, winners were:

1. Tanah Lot in Tabanan, Bali

2. The Prambanan temple in Yogyakarta

3. The Borobudur temple in Central Java

4. The Jam Gadang at Bukittinggi, West Sumatra

Best Five Stars Hotels Awards went to:

1. J.W. Marriot Hotel Jakarta

2. Sheraton Senggigi Beach Hotel & Resort Lombok

3. Aryaduta Jakarta

4. Shangrila Jakarta

Best Four Star Hotels:

Swiss Bel Hotels

Best Three Stars Hotels:

Ibis Hotels

For Best Low Cost Carriers, the Awards went to :

1. Lion Air

2. Air Asia

3. Batavia Air

For Best Travel Agencies the Awards went to

1. Vaya Tour

2. Haryono Travel

Best Taxi companies were:

1. Express Taxi

2. Putera Taxi

Best Sea Food Restaurants were:

1. D’ Cost Restaurant

2. Golden Prawn

In the Best Sundanese Restaurants Category:

1. Kampung Daun

2. Saung Cianjur

3. Bumbu Desa

The Best Javanese Restaurants:

1. Ayam Goreng Mbok Berek

2. Bebek Bengil

Best Padang Restaurants:

1. Simpang Raya

2. Sederhana

3. Garuda Restaurant

In the Best Non-Star Hotel Category:

Hotel Paseban, Jakarta

Best Jakarta Malls are :

1. Plaza Indonesia

2. Mall Taman Anggrek

Best Malls outside Jakarta are :

1. Ambarukmo Plaza, Yogyakarta

2. Mall Galleria

3. Solo Grand Mall, Solo, Central Java

Best Malls outside Java are:

1. Mall Pekan Baru, Riau

2. Ratu Indah Mall, Makassar, South Sulawesi

3. Mall Panakukang, Makassar, South Sulawesi

Cities with the best Tourism Services were awarded to :

1. Denpasar, Bali

2. Yogjyakarta

3. Solo, Central Java

4. Makassar, South Sulwesi

5. Malang, East Java

6. Manado, North Sulawesi

7. Medan, North Sumatra.

8. Bukittinggi, West Sumatra

9. Cianjur, West Java

10. East Lombok

In the Favorite Cities Category are:

1. Yogyakarta

2. Medan, North Sumatra

3. Manado, North Sulawesi

4. Malang, East Java

5. Solo, Central Java

6. Bandung, West Java

7. Makassar, South Sulawesi

Provinces with the Best Tourism Development Programs are:

1. Yogyakarta Province

2. West Nusa Tenggara Province

While the Best of the Best Awards went to:

City: the City of Denpasar, Bali

Province: Bali

And Special Awards went to:

District: the District of West Manggarai, East Nusa Tenggara

Tourist Destination: Bedugul, Tabanan, Bali

Starred Hotel: Hard Rock Hotel, Bali

Restaurant: Bandar Jakarta

Spa : Martha Tilaar Salon Day Spa

Travel Agent: Panorama Tour

Airline: Garuda Indonesia

Mall : Plaza Senayan

Golf : Damai Indah Golf

Taxi : Blue Bird

Non-Starred Hotel: Legian Village Hotel, Bali

Nama: Regina Novanda
NRP: C14100069
LASKAR 25

KISAH BESI DAN AIR
Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya :
“Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak” Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.
Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana . Aturannya : “Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang” Besi dan air pun mulai berlomba : Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.
Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.
Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini. Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.
Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua. Score air dan besi 2 : 0
Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : “Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !”
Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini,tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap.
Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan. Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0.
Jadikanlah hidupmu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras. Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.
Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia. Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap.

PENGALAMAN PRIBADI
Mungkin saya bukan seorang yang memiliki segudang pengalaman hidup yang dapat menginspirasi orang lain. Tapi pada kesempatan ini saya mencoba menuangkan sedikit pengalaman hidup saya yang munkin dapat menginspirasi.
Saya adalah termasuk orang keras kepala dan sangat berpegang pada prinsip hidup saya. Pada mulanya sulit bagi saya untuk merubah sifat saya yang demikian tersebut. Hingga pada akhirnya saya menyadari bahwa, hidup yang berperinsip itu memang baik karena dengan demikian kita memiliki pedoman dalam menjalani hidup, akan tetapi prinsip-prinsip itu akan mendorong kita menjadi pribadi yang ambisius yang terkadang tidak memperhatikan lingkungan sekitar kita.
Pada suatu ketika keinginan saya harus terbentur dengan keinginan kedua orang tua saya. Saya sangat bersikeras untuk masuk jurusan teknik suatu universitas. Sedangkan orang tua saya tidak menyetujui saya untuk masuk jurusan teknik dimanapun. Walau begitu, karena keinginan hati say yang kuat saya terus berusaha dengan segala kemampuan saya. Saya ikuti semua tes pada universitas tersebut dan tetap memilih teknik sebagai prioritas utama saya. Pada tes pertama saya gagal. Lalu saya mencoba kembali pada tes keduanya, ternyata saya dinyatakan gagal kembali untuk lolos masuk jurusan di universitas tersebut. Akan tetapi pada saat yang bersamaan saya juga sedang mengikuti UTM IPB dan pada akhirnya saya pun diterima pada jurusan yang orang tua saya inginkan yaitu, Teknologi & Menejemen Perikanan Budidaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Dari pengalaman saya tersebut saya belajar bahwa tidak semua yang kita inginkan belum tentu baik untuk semuanya. Mungkin disaat kita gagal ada keberhasilan besar yang siap menggantikannya. Dan restu orang tua ternyata adalah doa yang paling besar dalam menggapai angan kita.

Nine teams of Indonesian students won seven awards in the first-ever Asian car design competition held at the International Sepang Sircuit in Kuala Lumpur, Malaysia, from July 8 to 10.

The students who took part in the Shell Eco-marathon came from the Surabaya Institute of Technology (ITS), the University of Indonesia (UI), the Bandung Institute of Technology (ITB) and Gadjah Mada University (UGM).

They captured all three prizes in the Urban Concept Combustion category, won first place in the Gasoline Fuel Award and the People’s Choice Award and were finalists for the Autodesk Design Award.

“We are so proud that Indonesian students could shine in this international competition … despite the fact that it was their first time to design and build vehicles,” said Darwin Silalahi, president director and country chairman of PT Shell Indonesia.

The Shell Eco-marathon has been an annual event in Europe since 1985 and since 2007 in the United States. The competition challenges students to design, build and drive a vehicle that operates with a very limited fuel supply.

The students could take part in the Prototype or Urban Concept competitions. In the Prototype competition, they were challenged to create a futuristic and efficient vehicle with an innovative design. In the Urban Concept competition they had to make a “roadworthy” fuel efficient car for everyday use.

The participants were allowed to use available conventional energy resources – such as diesel, gasoline and liquid gas – as well as alternative fuels.

ITS’ Sapu Angin 2 team invented a car that ran for 237.6 kilometers on a single liter of fuel, breaking this year’s US record of 185.87 km in the Urban Concept Combustion category. The ITS team also brought home the Urban Gasoline Fuel Award.

UI’s Yellow Makara and Zamrud Khatulistiwa teams won the second and third place in the category and got in the big five teams that passed the tight technical and safety assessments.

ITB’s Exia won the People’s Choice Award and more than 65,000 people voted for the design’s technical innovation.

Yellow Makara and another UI team, Dazzling, were among the five finalists of the Autodesk Design Award. The category includes innovative research in ergonomic, esthetics, material selection and technical elements of the design as well as its originality.

“We combined futuristic designs with ethnic elements,” said team leader Tri Cahyo, a third year student at UI’s Mechanical Engineering Faculty.

“Although we never took part in similar competition, we were challenged to apply what we learned from our studies,” he told The Jakarta Post.– JP